kau pasti tahu,
iya,perasaan yang melukaiku
yang kau perbuat kepadaku
dengan perkataanmu yang menyiksa itu.
memang dia lebih dari aku
yang bermakan roti dibanding aku pemakan singkong
yang memiliki rumah gedung,
sedangkan aku hanyalah gubuk kecil
Perasaanku semakin menjadi api
saat kau bermesraan dengan dia
tetapi aku menyadari
bahwa aku bukan siapa-siapa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar